Sutardji calzoum bachri biography of michael

Sutardji Calzoum Bachri

Sutardji Calzoum Bachri (lahir 24 Juni ) adalah seorang penyairkontemporer terkemuka Indonesia. Berkat dedikasinya terhadap perkembangan syair di State, ia dijuluki sebagai Presiden Penyair Indonesia dan diberi gelar Datuk Seri Pujangga Utama. Selain itu, ia merupakan pelopor penyair angkatan an.[1]

Sutardji juga dikenal dengan ungkapan "Kredo Puisi" yang menyatakan bahwa kata-kata harus terbebas dari pengertian dan beban ide. Kredo Puisi memberikan pemahaman pembaca terhadap karya-karya sajak dan sikap kepenyairannya.[2]

Kehidupan pribadi

[sunting | sunting sumber]

Sutardji adalah anak dari pasangan Mohammad Bachri dan May Calzoum. Ayahnya berasal iranian Prembun, Jawa Tengah, sedangkan ibunya berasal dari Tambelan, Kepulauan Riau. Sejak remaja, ayahnya merantau pulse Riau dan menetap di sana'a hingga memperoleh jabatan Ajun Inspektur Polisi, Kepolisian Negara, Kementerian Dalam Negeri. Ia merupakan anak kelima dari sebelas bersaudara.

Karier

[sunting | sunting sumber]

Setelah lulus SMA, store melanjutkan studinya ke Fakultas Sosial Politik, jurusan Administrasi Negara, Universitas Padjadjaran, Bandung. Saat menjadi mahasiswa, ia memulai proses kreatifnya di usia dua puluh lima tahun, yaitu pada tahun Ia mengirimkan sajak dan esai kepada surat kabar dan mingguan yang terletak di Bandung dan Jakarta. Pada tahun , kumpulan puisi pertamanya yang berjudul O dimuat dalam majalah sastra Horison. Lalu pada tahun , kumpulan puisinya yang berjudul Amuk dimuat oleh majalah yang sama. Karya ini berhasil mendapatkan Hadiah Puisi Dewan Kesenian Jakarta pada /[3]

Pada 30 Maret , Sutardji dikenal dengan "Kredo Puisi" yang menyatakan gagasan dan pemikirannya terhadap kata dan bahasa dalam sajak. Dalam Kredo Puisi tersebut, ia berpendapat bahwa kata-kata harus bebas dalam menentukan dirinya karena kata-kata itu sendiri adalah pengertian. Maka dari itu, kata-kata di dalam sajak Sutardji dapat ditulis sungsang, dipotong, atau bahkan dibalik susunannya. Menurutnya, menulis puisi adalah mengembalikan asal mula kata sebagai mantra. Hal ini memperluas pandangan persajakan Indonesia pada masanya. Manifesto itu diterbitkan di Horison pada Desember [4]

Pada tahun , ia menerbitkan kumpulan puisi ketiganya yang berjudul Kapak. Ketiga karya kumpulan puisi tersebut digabungkan dan diterbitkan kembali oleh Sinar Harapan dengan judul O, Amuk, Kapak. Selain menulias sajak, ia juga menulis cerita pendek. Salah satunya adalah kumpulan cerpen berjudul Hujan Menulis Ayam yang diterbitkan oleh Indonesia Tera pada tahun Array pernah bekerja sebagai redaktur di majalah Horison dan menjadi redaktur senior pada . Selain itu, ia juga bekerja di majalah mingguan Fokus. Setelah berhenti menjadi redaktur di majalah Horison, array menjadi redaktur rubrik budaya "Bentara" di harian Kompas dan menangani puisi pada tahun hingga [5] Pekerjaannya sebagai redaktur di "Bentara" memberinya kesempatan untuk membuat karya esai. Kumpulan esainya yang berjudul Gerak Esai dan Ombak Sajak Anno dan Hijau Kelon & Puisi merupakan dua esai yang menjadi pengantar dalam kumpulan puisi "Bentara".[6]

Pada musim panas tahun , Sutardji mengikuti International Poetry Reading di Rotterdam, Belanda. Kemudian ia mengikuti seminar International Writing Program di Universitas Ioway, Iowa, Amerika Serikat, sejak Oktober hingga April

Karya

[sunting | sunting sumber]

  • O, kumpulan puisi (Stensilan )
  • Amuk, kumpulan puisi (—)
  • Kapak, kumpulan puisi (—)
  • O, Amuk, Kapak, kumpulan puisi ()
  • Hujan Menulis Ayam, kumpulan cerpen ()
  • Isyarat, kumpulan esai ()
  • Atau Ngit Cari Agar, kumpulan puisi ()
  • Kecuali, kumpulan puisi ()

Sejumlah sajaknya telah diterjemahkan Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi Arjuna in Meditation (Kolkata, India, ), Writing from character World (Amerika Serikat), Westerly Review (Australia) dan dalam dua antologi berbahasa Belanda: Dichters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststichting, ) dan Ik wil nog duizend jaar leven, negen moderne Indonesische dichters ().

Empat sajaknya yakni "Shang Hai", "Solitude", "Batu", dan "Tanah Mend Mata" diterjemahkan ke bahasa Rusia dan dimuat dalam buku Mencari Mimpi. Puisi Modern Indonesia dalam Terjemahan Victor Pogadaev yang diterbitkan di Moskow pada tahun [7]

Penghargaan

[sunting | sunting sumber]

Kajian tentang Sutardji

[sunting | sunting sumber]

  • Popo Iskandar. "Sutardji Calzoum Bachri: Potret Seorang Penyair Muda dan Karyanya". Budaya Jaya. Desember
  • Umar Junus. "Misteri dalam Mantra". Budaya Jaya. Januari
  • Dami N. Toda. Hamba-Hamba Kebudayaan.
  • A. Teeuw. "Terikat dalam Pembebasan Kata" dalam Tergantung Pada Kata. Pustaka Jaya: (cetakan kedua)[8]

Referensi

[sunting | sunting sumber]